Sabtu, 30 Mei 2009

KONSEP CITRA

PENGERTIAN CITRA

· Image : the impression, the feeling, the conception which the public has of company, a concioussly created impression of an object, person or organization.(Bill Canton)

· Menurut Katz” Citra adalah cara bagaimana pihak ain memandang sebah perusahaan, seseorang, suatu komite atau suatu aktivitas”.

· Menurut Jalaluddin Rahmat : “citra adalah gambaran subjektif mengenai realitas, yang dapat membantu seseorang dalam menyesuaikan diri dengan realitas kongkret dalam pengalaman seseorang”

· Citra adalah hasil gabungan dari semua kesan yang didapat dari pesan (simbol) yang diproduksi secara konsisten oleh perusahaan/organisasi, baik itu dengan cara melihat nama, mengamati perilaku atau membaca suatu aktivitas atau melihat bukti material lainnya.

FAKTOR PEMBENTUK CITRA

1. Identitas fisik

· visual : nama, by line, tag line, logo, teks (akronim)/pilihan font, warna, sosok gedung, lobi kantor.

· Audio : jingle

· Media komunikasi : company profile, brosur, leaflet, iklan, laporan tahunan, pemberitaan media, media partner,

2. Identitas non fisik

· Sejarah, filosofi, kepercayaan, nilai-nilai, budaya/kultur

3 Manajemen organisasi:

· visi, misi, sistem, kebijakan, aturan, alur-prosedur, teknologi, SDM, strategi organisasi, job design, reward system, sistem pelayanan, positioning produk

4. Kualitas Hasil

· mutu produk & pelayanan

5. Aktivitas & Pola hubungan

· hubungan organisasi dengan publik, respon –tanggung jawab sosial & mentalitas /perilaku indivdu SDM organisasi, kualitas komunikasi, pengalaman pelanggan (testimoni), jaringan komunikasi / bisnis / organisasi

FAKTOR LAINNYA DALAM PEMBENTUKAN CITRA

· faktor image karena nama besar. mis : BMW, Mercedez Benz, Volkswagen

· image yang tertanam secara turun temurun. Mis : Honda

· image yang dibangun karena promosi. mis : yamaha

· image yang dibangun karena exlusifitas. mis : harley davidson

MACAM /JENIS CITRA,
menurut FRANK JEFKIN :

1. CITRA CERMIN (MIRROR IMAGE) adalah Kesan yang diyakini oleh perusahaan –para pimpinan- terhadap organisasinya secara sepihak tanpa mengacuhkan kesan dari luar. Cenderung selalu merasa dalam posisi baik padahal jauh dari kenyataan, khususnya setelah dilakukan studi.

2. CITRA KINI (CURRENT IMAGE)

Kesan yang diperoleh dari orang lain tentang perusahaan/organisasi atau hal lain yang berkaitan dg produknya.Kesan yang senyatanya terjadi terhadap perusahaan berdasarkan kesan dari publik eksternalnya.

3. CITRA KEINGINAN (WISH IMAGE)

Kesan yang memang diharapkan terjadi oleh perusahaan, atau seperti apa yang diinginkan dan dicapai oleh pihak manajemen terhadap lembaga/perusahaan, atau produk yang ditampilkan tsb lebih dikenal (good awareness), menyenangkan dan diterima dg kesan yg selalu positif diberikan (take and give) oleh publiknya.

4. CITRA PERUSAHAAN (CORPORATE IMAGE)

Kesan yang berkaitan dengan sosok perusahaan sebagai tujuan utamanya sehingga bisa diterima oleh publiknya, mis : tentang sejarahnya, kualitas layanan, keberhasilan, tanggung jawab sosial (social care).

5. CITRA SERBANEKA (MULTIPLE IMAGE)

kesan yang berkaitan dengan segala aspek untuk lebih mengenalkan (awareness) terhadap identitas perusahaan. spt : atribut logo, brand’s name, seragam (uniform) para front liner, sosok gedung, dekorasi lobby kantor, penampilan para profesionalnya.

6. CITRA PENAMPILAN (PERFORMANCE IMAGE)

Kesan yang lebih ditujukan kepada subjeknya, bagaimana kinerja / penampilan diri (performance image) para profesional perusahaan/organisasi yang serba menyenangkan dan selalu baik. mis : dalam memberikan pelayanan, menerima telpon, menyambut tamu/pelanggan

CORPORATE IMAGE

Adalah persepsi publik terhadap (identitas) perusahaan yang terbentuk dari asosiasi antara perusahaan sebagai subjek dan atribut-atributnya (identitas), seperti : tampilan fisik (logo, gedung, lobi kantor, uniform, visi misi, budaya, tingkat kepedulian pd lingkungan, bertanggungjawab dll).

Manajemen citra

Bagaimana sebuah perusahaan, atau sebuah organisasi mengelola persepsi/gambaran (perception management) yang hendak dibangun (dijual) atau yang akan diberikan kepada publik internal / eksternal”.

MANAJEMEN CITRA :

Suatu proses kegiatan untuk menggerakkan dan mengendalikan suatu usaha kerja sama dengan memanfaatkan sumberdaya yang ada untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan yaitu berupa kesan, perasaan, gambaran dari publik terhadap perusahaan yang dengan sengaja diciptakan dari suatu objek, orang atau organisasi yang telah ditentukan.

PR & PEMBENTUKAN CITRA

Efektivitas PR di dalam pembentukan citra (nyata, cermin dan aneka ragam) organisasi, erat kaitannya dengan :

kemampuan (tingkat dasar dan lanjut) pemimpin dalam menyelesaikan tugas organisasinya, baik secara individual maupun tim yang dipengaruhi oleh praktek berorganisasi (job design, reward system, komunikasi dan pengambilan keputusan) dan manajemen waktu/ perubahan dalam mengelola sumberdaya (materi, modal dan SDM) untuk mencapai tujuan yang efisien dan efektif, yaitu mencakup penyampaian perintah, informasi, berita dan laporan, serta menjalin hubungan dengan orang. Hal ini tentunya erat dengan penguasaan identitas diri yang mencakup aspek fisik, personil, kultur, hubungan organisasi dengan pihak pengguna, respons dan mentalitas pengguna (Hubeis, 2001).

Manfaat citra bagi organisasi

Eksternal publik :

· Relatif lebih bisa diterima dan diingat oleh konsumen

· Cenderung dapat survive pada masa krisis. Dan kalaupun menderita kerugian, jumlahnya jauh lebih kecil dibanding perusahaan yang citranya kurang baik.

· Mampu membangun dan memelihara tingkat kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan.

· Memudahkan identifikasi bagi konsumen.

· Meningkatkan daya saing dan kinerja perusahaan diantara kompetisi dengan perusahaan lain.

· Membuat para investor percaya dan yakin untuk menanamkan sahamnya.

· Menghasilkan reputasi yang baik terhadap perusahaan.

· Mampu menigkatkan bargaining position dengan stakeholder

Internal Publik :

· Mampu membangun rasa bangga bagi karyawan

· Terbangun sense of belonging pada setiap karyawan.

· Dapat mendorong munculnya motivasi mereka untuk bekerja lebih produktif.

· Akhirnya, pertumbuhan dan profitabilias perusahaan meningkat.

COMMUNITY RELATIONS

BATASAN & PENGERTIAN

· KOMUNITAS : ( STEWART E.PERRY )

a. komunitas adalah orang yang saling berhubungan berdasarkan nilai-nilai dan kepentingan bersama yang khusus atau interaksi dalam struktur sosial yang berdiam pada lokasi yang berbeda namun dipersatukan oleh kepentingan & nilai yang sama.

b. komunitas adalah orang yang berhubungan satu sama lain karena didasarkan pad lokalitas tertentu yang sama yang karena kesamaan lokalitas itu secara tak langsung membuat mereka mengacu pada kepentingan dan nilai-nilai yang sama.

· KOMUNITAS adalah semua stakeholder yang dilayani organisasi.

· Komunitas berdasar karaktersitik relasi di dalam komunitas tsb :

1. Komunitas sebagai pengelompokan lokal yg didasarkan pd kedekatan & kadang2 relasi tatap muka (mis : komunitas lokal, komunitas pekerja)

2. Komunitas sebagai kelompok kepentingan (mis : komunitas penelitian, bisnis, etnis dsb).

3. Kualitas relasi di dalamnya dalam bentuk keterikatan smoral dan emosional (mis : mengacu pada identitas, nilai & tujuan bersama dsb)

· COMMUNITY RELATIONS (JEROLD) :peningkatan partisipasi dan posisi organisasi di dalam sebuah komunitas melalui berbagai upaya untuk kemaslahatan bersama bagi organisasi & komunitas

· COMMUNITY RELATIONS (DEMARTINIS) : cara interaksi dengan berbagai publik yang saling terkait dengan operasi organisasi.

· adalah program yang dirancang untuk menjalin hugb baik antara organisasi dengan komunitasnya sehingga tercapai sikap saling pengertian dan tujuan organisasi.

Hubungan organisasi & komunitas

· Hubungan Organisasi dg komunitas adalah wujud tanggung jawab sosial organisasi. Menurut Daugherty (2003) konsep ini sebagai respon thd nilai-nilai yang berubah dalam masyarakat kaitannya dengan isu-isu sosial (mis : kesempatan kerja, lingkungan hidup, keamanan produk).

· Faktor yang mempengaruhi perubahan tsb menurut Godeke, al :

1. Globalisasi (ekspansi bisnis yang mendunia)

2. Peningkatan harapan masyarakat (konsumen).

3. Menguatnya masyarakat madani dan LSM yang makin berdaya.

4. Pengaruh meningkatnya gerakan lingkungan, yang menekankan transparansi, keberlanjutan, akuntabilitas.

5. Pasar untuk tenaga kerja berbakat, yang memberi punishment bagi perusahaan yang mengabaikan masalah sosial.

Tahap perkembangan tanggung jawab sosial & community relations

w1960-1970 : CR dan pemberian sumbangan sebagai respon atas kebutuhan/tekanan lokal dan manajemen senior (CEO).

w1980-1990 : CR dengan “model kewarganegaraan Korporat” yang didasarkan pada isu-isu etis. (mis : tanggungjawab thd lingkungan, peluang kerja masy sekitar)

w1999 : CR mengembangkan aliansi strategis yang terkait erat dengan tujuan organisasi (mis : Dewan sekolah, komisi pelayanan publik dsb)

Bentuk kegiatan Community Relations

w Memberikan bantuan untuk keluarga berpendapatan rendah, sponsorship, memberikan pelatihan keterampilan pd masy sekitar, pemberian donasi

w Menunjang kepentingan budaya, pendidikan, kesehatan, kesejahteraan komunitas, pengembangan ekonomi, pengembangan sosial.

w Pemberian beasiswa, pengembangan penelitian lokal/internasional, pengembangan prestasi (mis : nobel/ Award) dsb.

w Membangun kemitraan (patnership) = hubg setara dan keterlibatan, melalui :

1. Prakarsa komersial / keterlibatan kerja

2. Investasi ekonomi (termasuk pemberian hadiah, sumbangan, pengembangan ekonomi komunitas).

3. Upaya peningkatan kualitas kerja (mis : komisi pemantau, monitoring dsb).

ILLEGAL WORKERS

1. The meaning of illegal workers

The illegal workers are people who work abroad without official permit from the government. They pay some money for the agent which departs them to Malaysia. Usually, they pay around Rp 300.000,00 until Rp 750.000,00 to go there. But really, if we go there, we must spend more money than them. So, the illegal workers choose to go to Malaysia via illegal agent because it is cheaper than legal workers.

2. Many workers come to Malaysia choose to be the illegal workers because

Ø Malaysia is the nearest state from our country

Ø The cost is cheaper to go there

Ø There is very difficult to get a job in Indonesia

Ø The salary in Indonesia is very cheaper

Ø Really, many illegal workers in Malaysia are success and rich when they come back in their homeland

Ø The way to go there is very easy

3. Some risk being the illegal workers

Ø They will be homeless in Malaysia

Ø They will feel uncomfortable because they are afraid if they will be raid in Malaysia

Ø They will be deport from Malaysia

Ø Their boss didn’t pay their salary in several month cause it is to change their cost to go to Malaysia

Ø They get the bad treatment from their boss

Ø If they are catch by Malaysia they will get any punishment such as : whip, gantung, jail, fine and stroke

Ø If they get bad treatment from their boss, they can request help to our government because they didn’t know where the KBRI in Malaysia place

4. Malaysia try to deport the illegal workers because

The illegal workers are too many so the Malaysia government must deport them to their homeland. The Malaysia government can’t give them legal security in there because they don’t have an official permit. Beside that, the illegal workers disturb many areas if they are homeless. The other factor is the number of illegal workers in Malaysia had increased by the large number.

5. The best solution to over come the illegal workers

The step to ward off the illegal workers:

ü First, our government can provide large area for people effort

For example: the government can build the traditional bazaars because almost people in Indonesia are consumptive so it can decrease the poverty and jobless

ü The government need to allocation part of the budged for illegal workers former in order to open the stand alone effort

ü Try to develop job vacancies in every district and offer the easy investment for the resident

ü The government must prepare the economy in our homeland so that it can press the jobless in our homeland and it can press the poverty in Indonesia.